Kereta Kelinci (wisata kereta part 2)

Tuesday, November 11, 2008


fyuh.... akhirnya kelar juga ngeposting cerita yang satu ini, udah hampir 3 bulan bunda bikin postingan museum kereta dan janji mau posting lanjutannya. Berhubung sesuatu dan lain hal bunda baru sempet posting sekarang.
yup... setelah menunggu hampir 45 menit, akhirnya kereta yang ditunggu muncul juga. Tapi betapa kagetnya bunda, ternyata kereta yang mau kami naiki gak seperti yang terbayang sebelumnya, tadinya bunda kira kami akan naik kereta seperti kereta-kereta yang ada di museum, tapi yang datang ternyata gak ada bedanya dengan kereta kelinci yang biasa ada di pasar malam alias kereta kelinci. Kata penjaganya kalo mau naik kereta uap, kita musti booking dulu dan bayar 3 juta per rombongan. gubrak deh..

Kami harus menunggu sekitar 1/2 jam sampai kereta mulai jalan, karna nunggu penumpang penuh (lagi-lagi harus menunggu, sabar...sabar..). Untung gak lama kemudian ada serombongan anak TK yang naik ke kereta, n kereta mulai jalan melewati kampung-kampung penduduk. Ada satu hal yang bikin bunda geli, kalo kereta kan biasanya pas lewat jalan perempatan selalu ada palang pengamannya biar gak tabrakan sama kendaraan lain, kalo ini mah kagak.. Jadi setiap kereta mau lewat jalan persimpangan, keneknya musti turun sambil niup peluit n ngasih tanda ama kendaraan-kendaraan yang lewat agar berhenti. Manual banget yach... Pokoke heboh banget ngeliat Pak Kenek sibuk ngatur kendaraan agar kereta kami bisa lewat dengan sukses.

Setelah lewat kampung penduduk, kami mulai melewati daerah persawahan dengan pemandangan gunung dibelakangnya. Hmm... rasa bosan karena lama menunggu terbayar oleh pemandangan indah yang terhampar di kanan kiri rel... Bunda paling seneng liat pemandangan model beginian, rasanya adem.. sekali. Tapi yang paling bikin bunda exciting, pas kereta lewat di tengah-tengah danau rawa pening, serasa kita berjalan di atas air, kanan dan kiri rel bener-bener air.. bunda gak bisa bayangin gimana cara bikin relnya biar bisa ngapung gitu.

Gak kerasa setelah hampir 1/2 jam, kereta sampai di stasiun Tuntang, stasiun kecil yang termasuk wilayah Salatiga, setelah berhenti sekitar 5 menit, kereta kembali ke Ambarawa melewati jalur yang sama, gak ada rasa bosan karena pemandangan selama perjalanan bener-bener mengagumkan, walaupun sempet juga melewati perkampungan yang agak kumuh.
Naufal bener-bener menikmati perjalanan yang makan waktu hampir satu itu , dia banyak tanya tentang gunung, sawah, pak tani, n burung-burung yang beterbangan termasuk juga tanya knapa keretanya sempet mogok (yach..keretanya sempet berhenti karena mesinnya rada error). Setelah turun dari kereta, kami langsung meluncur berburu makan siang karna perut dah teriak-teriak kelaparan.


Naufal makan ikan sendiri gak mau disuapin

Naufal lagi liat pengamen stasiun maen musik

2 comments:

Anggorowati December 2, 2008 at 10:50 PM  

wah..seru bgt yah jalan2 naik kereta kelincinya... meski keretanya masih manual tapi asyik yah bs menikmati pemandangan yg indah gituh...

mama arya December 3, 2008 at 11:44 PM  

wah klo arya tau pengen banget tuh ..wong sepur mini yg di klaten itu aja dia hoby bngt hehehee 1000,- ampe bbrp desa enak bngt

About This Blog

Lorem Ipsum

  © Free Blogger Templates Columnus by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP