Tentang N@ufal

Monday, June 18, 2007


Entah kenapa setiap mendengar Adzan Subuh, selalu ada rasa sedih yang muncul. Seperti pagi ini, saat adzan subuh berkumandang saya sudah terdampar di bandara Juanda setelah delapan jam terguncang di travel dalam perjalanan Semarang-Surabaya. Yah… pagi ini saya harus kembali ke Banjarmasin setelah mengantar Naufal pulang ke Semarang untuk kontrol. Sakit yang diderita Naufal membuat kami tidak dapat berkumpul bersama, setiap bulan dia harus kontrol di salah satu Rumkit di Semarang karna kota tempat saya kerja tidak ada dokter spesialis untuk Naufal. Sedih rasanya, saat buah hati satu-satunya sakit dan harus berjuang untuk hidup, ibunya tidak bisa berada di samping untuk menemani, merawat dan menjaga. Naufal sejak lahir menderita kelainan jantung bawaan yang lumayan kompleks, dan sudah menjalani operasi di RS Jantung & Pembuluh Darah di negeri ini. Akibat operasi ini dia harus minum obat sepanjang sisa hidupnya (semoga Allah memberikan mukjizat dan kesembuhan. Amiin).
Terkadang saya berpikir, buat apa sih jauh-jauh merantau, buat apa saya kerja, kalau semua itu tidak bisa menggantikan kebersamaan dan peran sebagai ibu (maafkan hamba-Mu ya Allah, karna tidak bisa menjaga amanatmu dengan baik). Ingin rasanya berhenti bekerja dan meninggalkan semua yang telah saya rintis 4 tahun ini, tapi apa daya...
kebetulan kemarin naufal pulang ke semarang gak sama ayahnya hanya bareng saya ama mbaknya, miris banget rasanya saat bangun tidur pagi tiba-tiba dia ngasih handphone ke saya sambil bilang ayah...ayah...., maksudnya minta ditelponin ayahnya.sedih rasanya setiap hari hanya bisa mendengar celoteh si kecil dari seberang sana tanpa bisa melihat perkembangannya secara langsung dari waktu ke waktu.
Tapi, apapun yang terjadi dengan Naufal, saya tetap bersyukur pada-Nya tidak semua orang diberi kepercayaan seperti ini. Allah mempercayakan Naufal berarti Allah percaya bahwa kami bisa mendidik, menjaga dan merawat Naufal. Dan yang pasti ada hikmah dibalik semua cobaan yang ditimpakan pada naufal, saya, ayahnya dan seluruh keluarga besar kami. Saya percaya smua akan indah pada saatnya, mungkin saja saat-saat itu belum datang, tapi pasti nanti, besok, lusa atau kapan semua cobaan ini akan berakhir indah.

1 comments:

benhardleroy July 16, 2007 at 12:48 AM  

Naufalll...
tante emma ntar doain yah...buat naufal...moga mujijat Tuhan buat naufal biar naufal sembuh ya....amin

About This Blog

Lorem Ipsum

  © Free Blogger Templates Columnus by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP