Showing posts with label jalan-jalan. Show all posts
Showing posts with label jalan-jalan. Show all posts

Taman Pintar Yogya Yang Bikin Pintar

Thursday, November 12, 2009



Taman Pintar-Ingin mengajak anak sekaligus membuat mereka jadi tambah pintar? Nah... kalo pas berkunjung ke yogya jangan lupa untuk mengunjungi Taman Pintar. Yah... dari namanya aja kita udah bisa tau kalo tempat ini bisa jadi tempat rekreasi keluarga sekaligus untuk menambah pengetahuan mereka, ujung-ujungnya mereka bisa tambah pintar kan.

Penasaran kan seperti apa taman pintar itu? Saya dulu juga gitu loh, udah beberapa kali rencana mau mengunjungi taman pintar, tapi selalu aja tertunda. Tapi akhirnya, wiken ini saya bisa juga mengunjungi tempat yang bikin penasaran itu. Mau tau kan letak taman pintar? Gampang kok, tau kan Jl. Malioboro, nah...ikuti aja jalan malioboro, trus Jl. A. Yani sampai ketemu lampu merah, terus belok ke kiri gak sampai 100 meter, Taman Pintar Pintar udah terlihat. Untuk parkir kita bisa memanfaatkan tempat parkir di samping Taman Pintar, tepatnya di depan Shopping (itu..tuh... pasar buku paling gedhe di Yogya). Untuk Masuk ke Taman Pintar bisa diakses dari pintu depan (Jl. Senopati) atau pintu samping (sebelah Shopping). Lokasi persisnya dapat dilihat di sini


Harga Tiket
Untuk Masuk ke area Taman Pintar kita tidak dikenakan tiket masuk, untuk bermain di palyground juga gratis. nah... kalo mau masuk ke Gedung Oval&Gedung Kotak, Gedung PAUD, Gedung Memorabilia dan Pertunjukan 4 dimensi kita akan dikenakan tiket masuk seharga Rp 1.000 - Rp 15.000, tergantung wahananya. Harga Tiket untuk anak dan dewasa juga berbeda. Buat yang datang berombongan, ada juga loh tiket untuk rombongan minimal 30 orang, yang pasti harganya lebih murah. Tiket ini bisa di beli di depan Gedung Oval. Untuk Pertunjukan 4 dimensi, tiket juga bisa dibeli di depan ruang pertunjukan.

Ada apa aja sih di Taman Pintar

Banyak sekali wahana yang disediakan Taman Pintar. Ada lebih dari 6 kelompok wahana. Ada Playground, Gedung PAUD Timur, Gedung PAUD Barat, Gedung Oval, Gedung Kotak, Gedung Memorabilia, dan Desaku Permai.

Playground
Sesuai namanya, playground ini berada di tempat terbuka alias outdoor. Di Playground ini terdapat banyak mainan mendidik yang bisa dinikmati anak-anak pra sekolah sampai anak usia sekolah. Anak pra sekolah sampai usia SD bisa bermain maze, itu loh permainan mencari jalan. Wahana Maze ini dibuat seperti kolam dengan bangunan-bangunan tembok penghalang dan terowongan-terowongan, maze ini bermanfaat sekali untuk melatih motorik kasar anak sekaligus melatih keberanian dan logika anak. Naufal seneng sekali loh maen di maze ini, apalagi dia bisa dapat banyak teman maen, yah... ternyata maze ini punya manfaat lain, yaitu melatih anak untuk bersosialisasi dan mengenal anak lainnya. Selain Maze, ada juga dinding berdendang.



Dinding berdendang, memang dinding bisa menyanyi? Dinding berdendang ini terbuat dari tembok yang di permukaannya di tanam gendang dengan berbagai macam ukuran, tiap ukuran akan menghasilkan suara yang berbeda, jadi kalo kita pukul gendang-gendang secara bergantian akan terdengar seperti berdendang. Dinding berdendang ini mengajarkan anak tentang hubungan tinggi rendah nada dengan luas permukaan gendang. Selain Maze dan dinding berdendang, ada juga Parabola Berbisik, Taman Lalu Lintas, Rumah Pohon dan beberapa permainan mendidik lainnya.

Parabola berbisik terdiri dari 2 buah parabola yang berhadapan dengan jarak kurang lebih 15 meter. Dua parabola yang berhadapan ini dapat menghantarkan rambat gelombang suara ke masing-masing fokus, permainan ini dimainkan oleh dua ora, masing-masing berdiri di depan tiap parabola. Satu orang berbisik di depan parabola, sedang yang lain mendengarkan dari parabola lainnya. Ajaib loh walaupun teman kita berbisik, tapi kita yang berada di parabola lain yang terpisah dengan jarak sekitar 15 meter bisa mendengar dengan jelas apa yang dikatakan teman kita. Serasa seperti kalo sedang bertelepon.

Gedung PAUD Timur dan Gedung PAUD Barat

Gedung PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) disediakan khusus untuk anak berumur 2-7 tahun. Baik Gedung PAUD Timur atau Barat terdiri dari bangunan seperti rumah kuno yang sudah direnovasi. Masing-masing ruangnya dilengkapi dengan permainan anak seperti disekolah PAUD. Di Gedung PAUD Timur terdiri dari ruang konsultasi, computer kids, petualangan, puzzle balok, petualangan dan pertunjukan. Di gedung PAUD Barat terdiri dari ruang kesehatan, rruang bermain dan beberapa ruang lain. Di Gedung PAUD ini anak silatih untuk mandiri dan berani, jadi orang tua dilarang untuk menemani anak bermain karena sudah ada petugas yang menemani anak di tiap ruangan. Tapi jangan khawatir, untuk orang tua disediakan tempat untuk menunggu yang lumayan nyaman kok, jadi anak tetap bisa dalam pengawasan orang tua.

Gedung Oval & Gedung Kotak


Di gedung ini ada baaanyaaak sekali wahana permainan sekaligus pengetahuan untuk anak. Begitu masuk ke gedung oval, kita akan disambut dinosaurus besar yang bisa bersuara, jadi jangan kaget kalo dinosaurus ini sedang bersuara karena suaranya lumayan kenceng dan serem untuk ukuran anak. Selanjutnya kita akan melewati akuarium air tawar seperti di sea world,trus ada paku ajaib, bola ajaib, replika pesawat, mobil inova yang sudah dimodifikasi sedimikian rupa, pojok sains, trus disepanjang jalan lingkar terdapat foto-foto ilmuan. Di Lantai dua kita banyak disuguhi berbagai macam pengetahuan seperti kimia, fisika, biologi yang semua dikemas dengan menarik, sehingga tidak berkesan menggurui tapi tetap bisa menambah pengetahuan kita. Misalnya rumah simulasi gempa, simulasi 3 bayangan, simulasi tsunami, simulasi terjadinya turbulence dan masih buaanyak lagi. Kayaknya kalo disebutin di sini bakal panjang dan gak cukup sehari untuk membaca he..he..he..


Gedung Pertunjukan 4 Dimensi

Gedung pertunjukan 4 dimensi ini tidak beda jauh dengan yang ada di ancol, tatapi dengan kapasitas lebih kecil. Ada dua buah film yang diputar bergantian yaitu tentang angkasa luar dan tentang aqua adventure. Waktu kami melihat pertunjukan ini kebetulan yang sedang diputar adalah petualangan angkasa luar. Film yang berdurasi 15 menit ini menarik sekali loh.. dengan memakai kacamata 4 dimensi, semua gambar dilayar seakan hidup dan keluar, termasuk gambar bintang, seakan kita bisa ngambil tuh bintang, gitu juga waktu ada meteor yang bertabrakan, seperti meteor itu akan jatuh ke arah kita. Asyik banget deh, Naufal aja sampai ketawa-ketawa sambil tangannya berusaha meraih bintang-bintang yang ada di adegan, ditambah lagi efek lampu di beberapa adegan yang bikin tambah seru. Dengan durasi 15 menit, pertunjukan ini terasa terlalu cepat selesai.


Desaku Permai
Setting Desaku Permai dibuat sedemikian rupa, jadi kita seperti berada di desa beneran, ada rumah-rumah gubug seperti di tengah pematang sawah, sapi dengan anak gembala, rumah dengan dinding anyaman bambu, kandang sapi, bebek, petani yang lagi numbuk padi. Pokoknya desa banget dah.... masuk ke desaku permai membuat kita ingin kembali menikmati permainya desa yang tenang, subur, dan bebas polusi dengan penduduknya yang ramah.


Gedung Memorabilia
Gedung ini berisi sejarah-sejarah bangsa Indonesia, terdiri banyak foto para pahlawan termasuk replika-replika. Sayang kami tidak sempat masuk ke gedung ini karena waktu yang terbatas.
Saking banyaknya, saya sekeluarga sampai harus ke tempat ini 2 kali. Pertama saya sampai di Taman Pintar jam 4 sore dan ternyata udah banyak wahana yang tutup, jadi kami cuman bisa bermain di playground. Untuk mengobati rasa kecewa Naufal (our beloved son), akhirnya kami balik lagi keesokan harinya dan ternyata hari kedua pun kami menghabiskan waktu lebih dari 3 jam untuk mengelilingi hampir semua wahana yang ada. So, kalo mau mengunjungi Taman Pintar sebaiknya kita punya waktu yang cukup untuk menikmati semua wahana, rugi loh kalo sampai ada yang tertinggal.


Sekilas Tentang Taman Pintar
Alamat : Jl Panembahan Senopati No. 1-3 Yogyakarta 55122

Telepon: +62 274 583 631, 583 713 Fax. +62 274 583 664
Jam Layanan Taman Pintar : Hari Selasa - Minggu (jam 08.00-16.00 WIB), Hari Senin Tutup kecuali hari libur Nasional
Harga Tiket Masuk :
Gedung Oval & Gedung Kotak : Dewasa Rp 10.000,- Anak Rp 5.000,-
Gedung Memorabilia : Dewasa Rp 2.000,- Anak Rp 1.000,-
Gedung PAUD : Rp 1.000,-
Pertunjukan 4 dimensi : Rp 15.000,-
Logo : Merupakan penyederhanaan dari bentuk firework (kembang api) yang meupakan simbolisasi dari intelegensi dan imaginasi
Maskot : Burung hantu bernama Tepi. Burung Hantu sebagai lambang ilmu pengetahuan mampu mewakili fungsi Taman Pintar sebagai wahana apresiasi, ekspresi dan kreasi sains bagi para pelajar di Kota Yogyakarta.
Visi
Sebagai wahana ekspresi, apresiasi dan kreasi sains dalam suasana yang menyenangkan
Misi
Menumbuhkembangkan minat anak dan generasi muda terhadap sains melalui imajinasi, percobaan dan permainan dalam rangka pengembangan sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas
Motto
Mencerdaskan dan Menyenangkan

Read more...

Eksotika Pantai Maron Semarang

Monday, June 22, 2009



Selain pantai Marina, Semarang juga mempunyai Pantai Maron sebagai alternatif wisata pantai. Walaupun namanya belum setenar saudara tuanya, Pantai Marina, tapi eksotika pantai ini patut dikunjungi bagi yang suka suasana pantai yang masih alami.

Pantai Maron terletak di kecamatan Semarang Barat, kelurahan Tambakharjo, disekitar muara sungai Cilandak. Konon dinamakan Pantai Maron karena Pantai Maron masih merupakan milik Penerbangan TNI Angkatan Darat (Penerbad), karena merah maron merupakan warna khas baret Penerbad, maka pantai ini disebut Pantai Maron. Ada juga yang bilang, dinamakan pantai Maron karena berada di barat pantai Marina "Marina Kulon (Maron)". Yang penulis tahu, ada 2 akses jalan untuk menuju Pantai Maron. Bagi yang bersepeda motor, bisa melewati akses jalan Jembawan, atau kalo dari bundaran kalibateng menuju arah Jakarta, trus putar balik di lampu merah perumnas krapyak, gak jauh dari situ di kiri jalan sudah ada petunjuk arah ke Pantai Maron. Tapi akses ini hanya bisa dilalui sepeda motor, bagi yang naik mobil bisa lewat akses jalan menuju bandara. Dari bundaran kalibanteng, ambil arah bandara. Seperti pengunjung bandara yang lain, kita juga akan dikenai retribusi 2000 rupiah ketika melewati gerbang retribusi. Kita bisa bertanya arah pantai Maron pada petugas retribusi ini, atau kalo anda malas bertanya, setelah pos retribusi ikuti saja jalan menuju bandara, tapi setelah rel pertama ambil arah ke kiri deket perumahan dinas penerbad. Lurus aja sampai kita menemukan rel kereta, sebelum rel kereta ini ada penunjuk arah ke Pantai Maron. Dari rel kereta tersebut ambil arah ke kanan menyusuri pinggiran rel. Lurus aja ikuti jalan yang ada, dijamin kita tidak akan tersesat karena itulah satu-satunya akses jalan menuju Pantai Maron. Beberapa kilo sebelum pantai ada pos retribusi, untuk pengunjung yang memakai mobil akan dikenai 7000 rupiah tiap mobil dan sepeda motor 2000 rupiah, sebuah tarif yang cukup murah bukan? jarak tempuh dari Bundaran Kalibanteng sampai ke lokasi kira-kira 4 km atau makan waktu 15-25 menit.


Pemandangan menuju Pantai Maron

Sepanjang jalan menuju pantai maron, kita akan disuguhi pemandangan sawah-sawah garapan petani, polding, tambak dan hijaunya hutang bakau (mangrove) yang terpampang di sepanjang garis pantai, ditambah burung-burung yang beterbangan menambah eksotika perjalanan menuju pantai. Letak pantai yang berdekatan dengan Bandara Ahmad Yani menambah daya tarik tersendiri, pengunjung akan leluasa melihat pesawat terbang yang sedang landing atau take off. Anak saya yang masih berumur 3 tahun sangat menikmati pemandangan ini, karena pesawat terlihat begitu dekat dan besar. Setelah sampai di lokasi pantai Maron, kita akan disuguhi keindahan pantai dengan hamparan pasir hitam. Berbeda dengan pantai Parang Tritis Yogya, Ombak pantai Maron relatif cukup tenang, sehingga banyak anak-anak yang berenang di sepanjang bibir pantai. Bagi yang tidak suka berenang dan lebih senang menikmati pemandangan tengah laut, jangan khawatir karena ada kapal nelayan yang sengaja disewakan untuk mengantar pengunjung berwisata bahari ke tengah laut, cukup dengan membayar 4000 rupiah, pengunjung akan diajak berkeliling kurang lebih sekitar 20 menit untuk pemandangan disekitar pantai. Dan dibandingkan dengan Pantai Marina, Pantai Maron terlihat lebih alami karena belum banyak campur tangan dari pihak yang terkait dan relatif lebih lebih bersih. Bagi pengunjung yang akan berenang disepanjang bibir pantai banyak tempat penyewaan ban yang bisa dipakai sebagai pelampung dan bagi yang selesai berenang atau basah karena berjalan si tepi pantai, banyak juga yang menyediakan kamar mandi umum. Setelah puas berenang dan menikmati keindahan pantai, tidak ada salahnya mencoba berbagai macam kuliner yang banyak dijajakan. Tinggal pilih menu yang sesuai selera, ada soto, pecel, mie ayam, bakso bahkan sate. Jangan khawatir untuk masalah harga, karena tidak berbeda jauh dengan dengan warung pada umumnya.


Pemandangan sekitar Pantai Maron



Sebenarnya pantai Maron bisa menjadi daya tarik wisata bahari bagi para pelancong sekaligus bisa mendatangkan pemasukan bagi pemerintah setempat dan masyarakat sekitarnya. Eksotika Pantai Maron yang masih perawan tidak kalah dengan pantai-pantai lainnya. Sayang, potensi ini belum tergarap apik oleh instansi yang terkait. Terutama masalah akses jalan, untuk menuju pantai, kita harus melewati jalan tanah yang sangat bergelombang mirip-mirip off road.

Akses jalan yang masih jelek

Jalan ini sangat berdebu di musim panas dan pastinya akan becek ketika musim penghujan. Kondisi ini pastinya sangat rawan kecelakaan bagi pengendara mobil, apalagi sepeda motor. Kalau hari mulai gelap, daerah ini juga sangat rawan kejahatan, karena letaknya yang jauh dari pemukiman penduduk. Bagi yang belum pernah berkunjung, apalagi yang naik sepeda motor jangan lupa siapkan penutup mulut dan hidung untuk menyelamatkan anda dari debu dan panas. Perjalanan sepanjang sekitar 4 km terasa sangat lama karena jalan yang panjang dan benar-benar mengocok perut. Saya membayangkan seandainya jalan tersebut mulus, dan semak-semak sepanjang jalan diganti dengan tumbuhan peneduh, wah... pasti akan sangat nyaman, karena sebenarnya pemandangan disepanjang jalan sudah cukup bagus dengan hamparan sawah, tambak, hutan mangrove dan hamparan gunung serta perbukitan di sepanjang perjalanan pulang. Kawasan pantai pasti juga akan terlihat lebih cantik bila ada sedikit penataan misalnya diberi peneduh, tempat untuk duduk-duduk,taman, dan area bermain. Warung-warung yang berjajar akan lebih rapi kalau dibuatkan tempat khusus yang permanen. Mungkin perlu investasi yang tidak sedikit, tapi jika dengan kondisi seperti sekarang saja pengunjung sudah berjubel, pasti pengunjung yang datang akan lebih banyak lagi jika pantai lebih tertata. Ujung-ujungnya pendapatan daerah akan meningkat dan akan tersedia lebih banyak tenaga kerja yang terserap.

Numpang Nampang

Read more...

Sensasi Spa Ikan (fish spa teraphy) di Tlatar Boyolali

Thursday, April 16, 2009

Buat yang tinggal di sekitar Semarang, Solo atau yogya dan ingin merasakan spa ikan (fish spa therapy) sekarang gak harus jauh-jauh datang ke Jakarta atau bahkan Turki atau Yunani. Di pemancingan di daerah boyolali, atau tepatnya di Etasia Tlatar, ternyata ada salah satu salah satu tempat pemancingan yang menyediakan terapi ikan ini.
Etasia Tlatar terletak di jalur Semarang – Solo termasuk daerah Ampel Boyolali. Etasia Tlatar merupakan singkatan dari Ekowisata Air Tlatar. Di tlatar ini ada beberapa lokasi pemancingan dan pemancingan yang menyediakan terapi ikan ini bernama Tirto Wening. Gak terlalu susah untuk mencari pemancingan yang satu ini, setelah melewati pintu masuk utara, ambil saja jalan lurus sampai ketemu lapangan wooden ball yang diseberangnya ada lahan kosong untuk parkir mobil, nah..pemancingan Tirto Wening ini teletak di kanan jalan setelah lapangan wooden ball dan parkiran mobil. Nah.. kalo udah liat ada semacam panggung terbuka dengan kolam buatan dengan permainan becak air, berarti udah sampai tuh di pemancingan in. Buat yang bawa eh...naik mobil bisa diparkir di dalam lokasi pemancingan, jadi gak usah capek-capek jalan jauh. Kalau dari luar, tempat spa ini memang enggak kelihatan, jadi gak nyangka kalo di dalam lokasi ada spa unik ini.




Read more...

Family Gathering & Out Bound

Thursday, February 5, 2009



Tahun baru cina kali ini, kami ikutan cara family gathering yang diadakan kantor ayah. Acara ini diadakan 2 hari tanggal 25 n 26 Januari di Gedung Songo dan Bandungan. Rombongan berangkat dari kantor tepat jam 10 (bener-bener on time, Te O Pe Be Ge Te), perjalanan kira-kira 1 jam. Jalan menunju bandungan memang terkenal berbelok-belok, tapi pemandangan di kanan dan kiri jalan bener memanjakan dan bikin adem mata.

Gedung Songo jadi tujuan pertama acara ini, tapi sayangnya kami tidak bisa sampai ke lokasi karena banyak sekali pengunjung yang juga ingin ke obyek wisata ini, jalan yang bener-bener sempit dan tanjakan yang tinggi sekali, membuat banyak mobil yang mogok karena gak kuat naik, suasana saat itu bener-bener kacau, kami sempet lari menyelamatkan diri karna ada bis yang melorot karena tidak kuat menanjak, penumpang di dalam bis teriak histeris, sementara kami yang berada di belakangnya cepet-cepet turun dari mobil karena takut bisnya akan nabrak kami. Akhirnya rombongan memutuskan batal ke Gedung Songo dan balik ke hotel.

Setiba di hotel Amanda tempat kami menginap, ternyata kamar yang kami pesan masih dipakai rombongan lain walhasil kami harus nunggu sekitar satu jam sebelum bisa istirahat. Acara santai malam hari diisi dengan permainan yang lucu dan seru dipandu badut yang khusus di datangkan dari semarang, semua urusan kantor yang menumpuk jadi bisa hilang sejenak dari kepala karena sepanjang acara penuh adegan lucu yang bisa bikin ketawa terpingkal-pingkal. Di acara ini, Naufal sempet maju buat nanyi loh… dan hadiahnya dia dapat boneka dari om badut.

Pagi harinya acara outbound dimulai tepat pukul 09.00 wib. Semua peserta baik pegawai maupun istri plus keluarga ikut bagian di acara yang dipandu oleh Event Organizer yang sudah pengalaman banget ngadain acara seperti ini. Setelah pemanasan dengan senam simo (senam dengan gerakan seperti monyet), peserta dibagi menjadi 5 kelompok. Dan tiap kelompok diwajibkan bikin yel-yel yang lucu dan seru. Bunda dan ayah dapat jatah jadi anggota kelompok 3 dan yel yang kami bikin mirip iklan salah satu operator seluler yang lumayan terkenal itu. Permainan di outbound dibagi menjadi beberapa jenis yang intinya membangun untuk team work yang solid.

Permainan Pertama, Kaki seribu

Dipermainan ini, masing-masing tim harus ada yang bertindak sebagai kepala dan ekor. Anggota tim yang menjadi kepala dibekali dengan satu buah tusuk gigi dan anggota tim paling belakang sebagai ekor dipasangin balon di yang diikat dengan tali dipantatnya. Cara mainnya semua anggota berbaris seperti ular, dan anggota tim yang menjadi kepala harus berusaha untuk membuat balon tim lain meletus, tapi juga harus menjaga agar balon milik timnya tetap utuh alias gak meletus. Acara jadi seru Karena kami saling kejar dengan tim lain sampai terjatuh-jatuh.. akhirnya tim kami berhasil menang di sesi permainan ini.karena berhasil mempertahankan balon agar tidak meletus. Asyik...

Permainan kedua, Balon Terbang

Pada permainan ini tiap tim dibagikan 4 utas tali yang dibentuk seperti jaring. Tugas tiap tim harus mengambil bola kecil , menggunakan jaring tersebut dn memasukkan ke ember yang disediakan panitia. Sepintas permainan ini gampang, tapi ternyata pelaksanaannya sulit loh... diperlukan tekhnik yang matang dan kerja sama tim untuk menjaga lebar jaring agar bola tidak jatuh sampai masuk ke ember. Di permainan ini tim kami dapet juara 1 dari belakang ! he...he..he..

Permainan ketiga, Memindahkan Bom

Permainan ini mirip permainan kedua, bedanya dipermainan ini semua mata anggota tim ditutup kecuali satu orang yang memberi instruksi untuk memindahkan bom ke tempat yang aman. Permainan ini untuk melatih seseorang untuk bisa memberikan perintah atau arahan yang bisa dimengerti oleh anak buah atau anggota tim lainnya. Permainan menjadi lucu karena orang yang dapat tugas menjadi instruktur tidak hapal nama-nama anggota tim padahal dia harus mengarahkan anggota tim agar mengikuti perintahnya hanya melalui kata-kata. Di permainan ini, hanya tim kami yang berhasil menyelamatkan bom, sedangkan tim lain bomnya meledak !

Masih ada beberapa permainan lagi yang gak kalah seru, tapi udah ngantuk neh... to be continued yak



Read more...

Bale Padi

Tuesday, November 25, 2008


Berawal dari rasa penasaran dengan stiker bertuliskan "bale padi" yang banyak ditempel di kaca belakang mobil yang sering bunda temui, bunda mulai berburu tempat makan yang satu ini. Satu hal yang bisa bunda pelajari, ternyata stiker sederhana yang dibuat menarik bisa menjadi sarana iklan yang efektif banget. Buktinya bunda jadi ikutan penasaran dan pengin nyoba.

Kesempatan nyoba "bale padi" datang pas bunda n naufal plus ayah mudik ke karanganyar. Karena letak resto ini di daerah baki pandean-sukoharjo, pulang dari karanganyar kami mengambil jalan ke arah Solo Baru, nah sampai rumah sakit Oen Solo Baru, maju dikit kita akan ketemu pertigaan, ambil yang ke kiri. Kurang Lebih 50 meteran (persisnya sih gak tau, gak bawa meteran sih..) ada pertigaan ke kanan, kita belok ke kanan, lurus aja... sampai kita ngelihat umbul-umbul warna-warni di tengah sawah, sampai deh... restonya terletak di kanan jalan dan bener-bener di tengah areal persawahan. Yang jelas gak susah kok buat nemukan resto ini, karna banyak papan penunjuk arah yang mempermudah kita untuk sampai ke "bale padi".

Suasana nyaman plus angin semilir langsung menyambut begitu kita masuk, gimana gak semilir kalo r
estonya terbuat dari bambu-bambu tanpa dinding dan jendela, di tambah lokasi yang berada di tengah sawah membuat kita serasa dibelai-belai angin yang pastinya bikin ngantuk. Sumpah... dari tempatnya aja dah terasa nyaman, suasana tradisionalnya kerasa banget. Kami milih meja lesehan dengan kursi malas yang bener-bener bikin malas berdiri.


Ngomongin tempat makan, gak afdol kalo gak ngomongin menu yang tersedia donk ah.. Bale padi terkenal banget dengan menu siang-malam, menu macam apa tu... Maksudnya menu di siang hari ama malam hari tuh berbeda. Kalo siang hari yang terhidang makanan rumahan yang ditata di gerabah-gerabah kasongan, n kalo malam hari resto ini menyediakan sea food segar. Berhubung bunda ke resto ini buat lunch, jadi cuman bisa mencicipi menu rumahan khas jawa tengah. Menu rumahan yang disediakan resto ini lumayan beragam mulai dari bermacam-macam oseng-oseng, sayur asam, urap, terancam, ca kangkung. Untuk lauknya, ada sate telor, empal, mangut, tahu tempe, macam-macam ayam. Belom lagi sambelnya mulai sambal terasi, sambal tomat sampai sambal bawang yang maknyus... apalagi kali dimakan pakai lalapan yang seger banget.... nyam-nyam.... Tapi menu yang paling maknyus menurut bunda yaitu Gurami goreng kering yang dibentuk ikan terbang... Pokoke super duper renyah dan gurih, gurihnya meresap sampe ke daging, tulang-tulangnya juga renyah banget kayak krupuk... Hm...



Untuk minuman jangan pernah lupa untuk nyobain kelapa muda bumbu rempah, baru kali ini bunda ngerasain minuman kelapa muda yang mak nyusss... rasanya nendang banget... Sebenernya sih kelapanya gak beda dengan kelapa muda lain, tapi rempah-rempah yang terdiri dari jahe, daun serai, gula merah dan rempah lain yang bunda sendiri gak negerti, membuat minuman ini terasa segar saat melewati tenggorokan, tapi hangat di perut, cocok diminum setelah perjalanan jauh.

Buat yang mau nyobain datang aja ke
:
Bale Padi
Kadilangu, Baki Pandeyan, Sukoharjo
(0271) 58657

Buat Bale Padi, ntar kalo bunda makan di sana jangan lupa bonusnya kan bunda udah promosi he...he...he...

Foto-foto menyusul yach.. so don't miss it

Read more...

Kereta Kelinci (wisata kereta part 2)

Tuesday, November 11, 2008


fyuh.... akhirnya kelar juga ngeposting cerita yang satu ini, udah hampir 3 bulan bunda bikin postingan museum kereta dan janji mau posting lanjutannya. Berhubung sesuatu dan lain hal bunda baru sempet posting sekarang.
yup... setelah menunggu hampir 45 menit, akhirnya kereta yang ditunggu muncul juga. Tapi betapa kagetnya bunda, ternyata kereta yang mau kami naiki gak seperti yang terbayang sebelumnya, tadinya bunda kira kami akan naik kereta seperti kereta-kereta yang ada di museum, tapi yang datang ternyata gak ada bedanya dengan kereta kelinci yang biasa ada di pasar malam alias kereta kelinci. Kata penjaganya kalo mau naik kereta uap, kita musti booking dulu dan bayar 3 juta per rombongan. gubrak deh..

Kami harus menunggu sekitar 1/2 jam sampai kereta mulai jalan, karna nunggu penumpang penuh (lagi-lagi harus menunggu, sabar...sabar..). Untung gak lama kemudian ada serombongan anak TK yang naik ke kereta, n kereta mulai jalan melewati kampung-kampung penduduk. Ada satu hal yang bikin bunda geli, kalo kereta kan biasanya pas lewat jalan perempatan selalu ada palang pengamannya biar gak tabrakan sama kendaraan lain, kalo ini mah kagak.. Jadi setiap kereta mau lewat jalan persimpangan, keneknya musti turun sambil niup peluit n ngasih tanda ama kendaraan-kendaraan yang lewat agar berhenti. Manual banget yach... Pokoke heboh banget ngeliat Pak Kenek sibuk ngatur kendaraan agar kereta kami bisa lewat dengan sukses.

Setelah lewat kampung penduduk, kami mulai melewati daerah persawahan dengan pemandangan gunung dibelakangnya. Hmm... rasa bosan karena lama menunggu terbayar oleh pemandangan indah yang terhampar di kanan kiri rel... Bunda paling seneng liat pemandangan model beginian, rasanya adem.. sekali. Tapi yang paling bikin bunda exciting, pas kereta lewat di tengah-tengah danau rawa pening, serasa kita berjalan di atas air, kanan dan kiri rel bener-bener air.. bunda gak bisa bayangin gimana cara bikin relnya biar bisa ngapung gitu.

Gak kerasa setelah hampir 1/2 jam, kereta sampai di stasiun Tuntang, stasiun kecil yang termasuk wilayah Salatiga, setelah berhenti sekitar 5 menit, kereta kembali ke Ambarawa melewati jalur yang sama, gak ada rasa bosan karena pemandangan selama perjalanan bener-bener mengagumkan, walaupun sempet juga melewati perkampungan yang agak kumuh.
Naufal bener-bener menikmati perjalanan yang makan waktu hampir satu itu , dia banyak tanya tentang gunung, sawah, pak tani, n burung-burung yang beterbangan termasuk juga tanya knapa keretanya sempet mogok (yach..keretanya sempet berhenti karena mesinnya rada error). Setelah turun dari kereta, kami langsung meluncur berburu makan siang karna perut dah teriak-teriak kelaparan.


Naufal makan ikan sendiri gak mau disuapin

Naufal lagi liat pengamen stasiun maen musik

Read more...

Astana Giribangun

Monday, September 1, 2008


Hari terakhir sebelum puasa, kami menyempatkan untuk ziarah ke makam mbah kakung di Karanganyar, sekalian ziarah ke Astana Giribangun yang merupakan kompleks makam keluarga mantan Presiden Suharto. Letak Astana Giribangun ternyata cuman berjarak sekitar 5 km dari rumah simbah karanganyar. letak persisnya sih di Desa Girilayu, kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar. Sekitar 35 km dari Kota Surakarta. Tidak sulit untuk bisa mencapai lokasi makam ini, karena di pertigaan jalan raya matesih ada papan penunjuk yang cukup besar dan dijaga orang-orang yang siap mengatur dan menyebrangkan kendaraan yang akan menunju makam (tentu saja dengan imbalan seiklasnya. Jalan menuju makam sendiri cukup berbelok-belok dengan pemandangan kebun/sawah sayuran.

bnBegitu sampai di kompleks parkir makam, pengunjung diminta untuk mengisi buku tamu dengan menunjukkan KTP dan akan mendapat selembar kertas yang berisi ijin untuk memasuki kompleks makam. Lingkungan di sekitar makam terasa sangat sejuk dan asri karena berada di ketinggian 666 meter dpl dan banyak ditumbuhi pohon-pohon. Komplek makam ini mempunyai 3 tingkatan cungkup yaitu Cungkup Argo Sari, Cungkup Argo Kembang dan Cungkup Argo Tuwuh. Dari ketiga cungkup tersebut, cungkup Argo Sari merupakan bagian utama dari kompleks makam dan di cungkup inilah Pak Harto beristirahat untuk selamanya. Di ruang utama seluas 81 meter persegi terdapat 4 makam yaitu makan Pak Harto, Ibu Tien dan makam kedua orangtua ibu Tien. Untuk menuju Cungkup Argo Sari kita harus melewati beberapa anak tangga dan untuk masuk ke cungkup, kita harus menyerahkan semacam surat ijin yang sudah kita dapatkan sebelum memasuki makam. Suasana di cungkup ini sangat hening dan sakral, kebanyakan pengunjung duduk bersimpuh sambil membaca surat yasin&tahlil. Kami yang sebenarnya tidak ada rencana untuk ziarah, cuman berdoa agar arwah pak harto dan keluarganya diterima di sisi-Nya, diampuni kesalahannya dan diterima semua jasanya selama memimpin negeri ini dan negara kita bisa lebih baik lagi.




Di tengah kekhusukan, tiba-tiba aja Naufal rewel dan minta jalan-jalan. So, biar gak ganggu pengunjung lain, terpaksa deh ngajakin Naufal menjauh. Tapi ada juga hikmah Naufal rewel, kami jadi dapat prioritas masuk ke bangunan utama tempat pak Harto dimakamkan tanpa harus nunggu giliran . Oia pengunjung harus bergiliran untuk bisa masuk ke bangunan utama, dan di dalam bangunan utama kita cuman diberi waktu beberapa menit. Kalo suasana di emperan cungkup sudah cukup sakral, di ruang makam pak Harto suasana sakral lebih berasa lagi. Makam Pak Harto yang berdampingan dengan Ibu Tien dipenuhi bunga mawar merah dan putih yang sempet membuat bulu kuduk agak merinding disko (Pinjem istilah mas Ahmad Dani). di depan makam pak Harto, kami juga gak bisa berlama-lama karna Naufal kembali rewel. sebelum keluar ruangan, kami sempet ditawarin berfoto oleh tukang-tukang foto yang banyak "berkeliaran" di sekitar makam tapi kami lebih tertarik untuk foto-foto sendiri walopun tidak bisa mengambil foto di ruangan utama karena ada larangan dari pengelola makam.
keluar dari cungkup argo sari, kami sempat foto-foto n melanjutkan perjalanan ke klaten.






Read more...

About This Blog

Lorem Ipsum

  © Free Blogger Templates Columnus by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP