Help......

Thursday, October 30, 2008

dah beberapa minggu ini bunda males banget bikin postingan, gara-garanya semua tools (sebutannya bener gak ya..)buat ngedit postingan gak bisa muncul, termasuk buat up load foto. hu...hu...hu.. Padahal postingan tanpa foto terasa ada yang kurang kayak makan tanpa sambal, bulan tanpa bintang dan wajah tanpa jerawat... walah..berlebihan banget yak...
Udah sharing juga ama mama ben (sori tools buat ngelink blog mbak juga lenyap..nyap...nyap..), kata beliau-nya semua fine-fine aja alias gak ada masalah. Trus knapa dunk blog bunda bisa begini?
Everybody help me yach... ada yang tau gak cara benerin-nya?


Read more...

Mohon Maaf Lahir Batin

Thursday, September 25, 2008

Gak berasa bentar lagi lebaran, segenap anggota keluarga catatannya-ikha.blogspot mengucapkan:




Lihat Kartu Ucapan Lainnya
(KapanLagi.com)

Read more...

Astana Giribangun

Monday, September 1, 2008


Hari terakhir sebelum puasa, kami menyempatkan untuk ziarah ke makam mbah kakung di Karanganyar, sekalian ziarah ke Astana Giribangun yang merupakan kompleks makam keluarga mantan Presiden Suharto. Letak Astana Giribangun ternyata cuman berjarak sekitar 5 km dari rumah simbah karanganyar. letak persisnya sih di Desa Girilayu, kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar. Sekitar 35 km dari Kota Surakarta. Tidak sulit untuk bisa mencapai lokasi makam ini, karena di pertigaan jalan raya matesih ada papan penunjuk yang cukup besar dan dijaga orang-orang yang siap mengatur dan menyebrangkan kendaraan yang akan menunju makam (tentu saja dengan imbalan seiklasnya. Jalan menuju makam sendiri cukup berbelok-belok dengan pemandangan kebun/sawah sayuran.

bnBegitu sampai di kompleks parkir makam, pengunjung diminta untuk mengisi buku tamu dengan menunjukkan KTP dan akan mendapat selembar kertas yang berisi ijin untuk memasuki kompleks makam. Lingkungan di sekitar makam terasa sangat sejuk dan asri karena berada di ketinggian 666 meter dpl dan banyak ditumbuhi pohon-pohon. Komplek makam ini mempunyai 3 tingkatan cungkup yaitu Cungkup Argo Sari, Cungkup Argo Kembang dan Cungkup Argo Tuwuh. Dari ketiga cungkup tersebut, cungkup Argo Sari merupakan bagian utama dari kompleks makam dan di cungkup inilah Pak Harto beristirahat untuk selamanya. Di ruang utama seluas 81 meter persegi terdapat 4 makam yaitu makan Pak Harto, Ibu Tien dan makam kedua orangtua ibu Tien. Untuk menuju Cungkup Argo Sari kita harus melewati beberapa anak tangga dan untuk masuk ke cungkup, kita harus menyerahkan semacam surat ijin yang sudah kita dapatkan sebelum memasuki makam. Suasana di cungkup ini sangat hening dan sakral, kebanyakan pengunjung duduk bersimpuh sambil membaca surat yasin&tahlil. Kami yang sebenarnya tidak ada rencana untuk ziarah, cuman berdoa agar arwah pak harto dan keluarganya diterima di sisi-Nya, diampuni kesalahannya dan diterima semua jasanya selama memimpin negeri ini dan negara kita bisa lebih baik lagi.




Di tengah kekhusukan, tiba-tiba aja Naufal rewel dan minta jalan-jalan. So, biar gak ganggu pengunjung lain, terpaksa deh ngajakin Naufal menjauh. Tapi ada juga hikmah Naufal rewel, kami jadi dapat prioritas masuk ke bangunan utama tempat pak Harto dimakamkan tanpa harus nunggu giliran . Oia pengunjung harus bergiliran untuk bisa masuk ke bangunan utama, dan di dalam bangunan utama kita cuman diberi waktu beberapa menit. Kalo suasana di emperan cungkup sudah cukup sakral, di ruang makam pak Harto suasana sakral lebih berasa lagi. Makam Pak Harto yang berdampingan dengan Ibu Tien dipenuhi bunga mawar merah dan putih yang sempet membuat bulu kuduk agak merinding disko (Pinjem istilah mas Ahmad Dani). di depan makam pak Harto, kami juga gak bisa berlama-lama karna Naufal kembali rewel. sebelum keluar ruangan, kami sempet ditawarin berfoto oleh tukang-tukang foto yang banyak "berkeliaran" di sekitar makam tapi kami lebih tertarik untuk foto-foto sendiri walopun tidak bisa mengambil foto di ruangan utama karena ada larangan dari pengelola makam.
keluar dari cungkup argo sari, kami sempat foto-foto n melanjutkan perjalanan ke klaten.






Read more...

Potong Rambut

Monday, August 25, 2008

Rambut Naufal tuh cepet banget tumbuhnya, jadi bunda harus rajin-rajin bawa Naufal ke salon buat potong rambut. Alhamdulillah Naufalnya gak rewel kalo rambutnya lagi dipotong. Lihat aja gaya Naufal ….


Walo Lagi dipotong, tapi tetep sadar kamera loh..



Rambutku lagi di apakan ya…



Kok pakai disikat sih, biar gak gatal yach..




Wah.. aku sudah cakep nih. Iya kan bunda?



Read more...

Wet Day

Thursday, August 21, 2008

Tahun ajaran baru ini, Naufal udah masuk ke playgroup. Di umur yang udah nyaris 2,5 tahun, sepertinya Naufal udah bete kalo harus main di rumah sendirian. Dia paling seneng kalo diajakin main ke TK deket rumah, karna TK ini lom bisa nerima anak seumuran Naufal, bunda jadi hunting playgroup yang deket rumah yang bisa nerima anak seumuran Naufal. Setelah puter-puter di lebih dari 5 playgroup, akhirnya bunda mutusin buat masukkin Naufal ke salah satu playgroup di daerah Tembalang. Playgroup ini jaraknya kurang lebih 3km dari rumah, Sebenernya masih banyak playgroup yang lebih deket, tapi gak ada yang sreg. Yang bikin bukan sreg dengan PG ini karna disini pengenalan agama sangat ditekankan dan metode pembelajaran belajar sambil bermain.

Setelah isi formulir pendaftaran, Naufal boleh ikut trial selama seminggu, n setelah itu baru ikut kelas reguler toddler tiap hari selasa dan kamis. Kebetulan selama trial, bunda pas ada dinas ke Semarang, jadi bisa nemenin Naufal ke playgroup.

Di masa trialnya, ternyata Naufal lumayan bisa menikmati sekolahnya. Walaupun masih suka bengong liat-liat sekitar, tapi dia gak pernah nangis loh… Padahal banyak temennya yang nangis minta pulang… syukur deh.. berarti bisa sekolahnya bisa diteruskan ke kelas reguler…

Di hari terakhir trial, playgroupnya bikin acara wet day. Wet day? Bunda sempat bertanya akan seperti apa acaranya, soalnya tiap anak disuruh bawa sandal jepit dan baju ganti. Bunda pikir akan ada acara renang, ternyata bunda salah loh…ternyata pas sampai di PG, guru-gurunya dah siap dengan bak karet gedhe yang diisi air sampai penuh dan disekitarnya banyak botol air mineral kosong plus corong air. Kolam Setelah berdoa dan pakai sandal, gurunya ngajakin murid-murid ke playground. Di playground ini, Naufal belajar membuat adonan dari tepung beras yang sudah dicampur air. Kata bu Guru dengan meremas-remas adonan, tangan anak akan terlatih kelenturannya, jadi pada saat belajar memegang pensil tangan anak sudah lentur dan kuat.

Selesai main adonan dan cuci tangan sendiri, murid-murid diajakin ke kolam karet yang suadh diisi air. Ternyata di kolam ini diajarkan untuk mengisi air ke dalam botol sampai penuh. Wuih… semua pada kegirangan loh…gitu juga Naufal, dia semangat banget buat ngisi air ke botolnya, trus kalo udah penuh bukannya botolnya ditutup, tapi malah airnya ditumpahin lagi. Jadi gak selesai-selesai deh…He…he…he… Kata gurunya, mengisi air ke botol bisa melatih konsentrasi dan kekuatan tangan anak loh… wah.. bisa dipraktekkan di rumah nih…

Selesai ngisi botol, murid-murid diajakin nyuci piring. Tapi ada juga loh temen Naufal yang gak mau nyuci piring n malah nyemplung ke kolam karet dan sukses basah kuyup. Acara nyuci piring ini juga seru loh, tiap murid di sediakan piring kecil plus spons. Tapi namanya juga anak-anak, bukannya nyuci piring eh… malahan bikin gelembung busa n main siram-siraman. Untung aja bu guru cepet-cepet nyuruh murid-murid buat cuci tangan dan ganti baju.

O… ternyata gitu toh acara wet day, kirain mau diajakin renang. Btw ternyata main air juga bisa dijadikan ajang belajar ya, alias main sambil belajar. Nanti kita praktekkna di rumah ya, nak…

Read more...

Museum Kereta (Wisata Kereta Part1)

Tuesday, August 19, 2008


Sebenarnya sudah lama Ayah+Bunda Pengin ngajakin Naufal naik kereta wisata di Museum Kereta Ambarawa. Beberapa hari lalu gak sengaja ayah bawa majalah pariwasata yang salah satu topiknya adalah museum kereta plus kereta wisatanya. Berbekal info dari majalah, akhirnya ayah+bunda mutusin untuk ngajakin naufal jalan-jalan sekalian naek kereta wisata.

Kami berangkat dari rumah sekitar jam 7.30 setelah Naufal makan dan langsung meluncur ke Stasiun Tuntang, perlu waktu sekitar 45 menit untuk sampai di stasiun yang berada di jalur Semarang-Solo. Sampai di Stasiun Tuntang ternyata suasananya sepi banget, gak kelihatan orang yang antri untuk naik kereta. Usut punya usut ternyata kami salah alamat, karna kalo mau naek kereta wisata harus lewat stasiun ambarawa. Setelah tanya sana sini, akhirnya kami menuju ke stasiun ambarawa lewat jalan tembus, pemandangan di jalan tembus ini asyik banget karna di kanan kiri jalan ada kebun kopi milik salah satu Badan Usaha Milik Negara.



Sampai di Stasiun Ambarawa, ternyata harus nunggu karna keretanya masih membawa rombongan wisata yang lain. Sambil nunggu kereta datang, kami jalan-jalan diseputar stasiun yang merangkap sebagai museum ini. Ada belasan kereta yang umurnya sudah uzur tersebar di areal museum. Kereta – kereta ini semua dicat hitam mengkilat, kondisinya rata-rata masih bagus dan bener-bener terawat. Pohon-pohon yang tumbuh rimbun membuat siapa aja betah dan pengin mencoba naik semua kereta yang berukuran besar itu. Selain kereta-kereta, ada juga ruangan yang berisi replika dan denah stasiun. Disebelah ruang replika ada ruang yang berisi foto-foto kereta yang sudah kuno yang jadi bukti sejarah perkeretaapian bangsa ini. Ada satu benda di museum ini yang menarik buat bunda, jam dinding kuno dengan bentuk yang unik dan ukuran besar membuat bunda terkagum-kagum. Kok jam yang umurnya udah tua gitu masih bisa berfungsi baik ya…

Seperti tempat wisata lain, stasiun sekaligus museum ini juga menyediakan tempat khusus untuk menjual souvenir. Sepertinya sih bangunan yang digunakan untuk tempat penjualan ini tadinya sebuah gudang yang dialihfungsikan sebagai pusat penjualan souvenir, ada sekitar 10-an pedagang yang berjualan di tempat ini. Barang-barang yang dijual di tempat ini rata-rata terbuat dari bahan kayu, yang paling banyak adalah replika kereta dengan berbagai macam ukuran, bentuk, warna dan harga. Selain kereta, masih banyak lagi souvenir yang ditawarkan seperti alat dapur hias sampai mainan anak. Harga yang ditawarkan semua pedagang rata-rata seragam, tergantung kepiawaian kita menawar. Di tempat ini Naufal sempet juga beli replika kereta yang lumayan bagus dengan harga tidak lebih dari 10.000 rupiah.

Gak kerasa dah 30 menit nunggu kereta, n akhirnya datang juga tuh kereta, tapi ternyata keretanya gak seperti yang dibayangin neh, sempet kecewa tapi gak papa deh. Naek kereta dulu ya….



Read more...

Mandi Bareng Ayah

Tuesday, July 29, 2008

Gak cuman bunda aja yang jago mandiin Naufal, ternyata ayah jagoan juga loh.. liat aja gaya ayah pas mandiin Naufal. keknya Naufal juga seneng tuh mandi bareng ayah chayank...
lihat aja ekspresinya yang ketawa-ketiwi senang. Sekali-kali boleh donk bunda cuti sejenak dan
menikmati kebersamaan Ayah-Anak…

Read more...

sondokoro (jalan2 part 2)

Monday, July 28, 2008



Setelah puas berenang di Pandawa Water World, rombongan langsung meluncur ke Objek Wisata Sondokoro. Sondokoro adalah objek wisata yang dikelola sebuah perusahaan pengolahtebu yang berada di kabupaten Karanganyar. Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih 30 menit, akhirnya sampai juga di objek wisata yang sempet bikin bunda penasaran. Begitu sampai, rombongan langsung diajak menuju tempat pemberhentian kereta. Kereta? Jangan bayangkan kereta yang ada di sini seperti kereta yang ada di stasiun ya. Kereta yang ada di sini adalah kereta wisata yang mirip banget dengan lori n pakai bahan bakar kayu. Di Sondokoro memang terkenal banget wisata keliling pabrik gula dengan naik kereta lori-nya. Dengan membayar tiket yang cukup murah, cuman 5000 perak, kita diajak keliling kawasan pabrik gula. Mulai dari tempat penumpukan bahan baku sampai ke bangunan kantor, gudang, bengkel de el el. Kita jadi bisa tau proses membuat gula loh, soalnya sepanjang perjalanan tembok yang ada di sekeliling kawasan dihiasi lukisan proses pembuatan gula dari awal sampai siap dipasarkan. Sayang seribu sayang, lingkungan di sekitar pabrik kurang terawat, kereta sempat lewat daerah semak-semak n harus mencium bau limbah pabrik yang sangat tidak enak.




Selain wisata kereta, masih banyak obyek yang bisa dinikmati di sini. Ada kolam renang, warung tanaman obat, ada jogging track yang sekaligus bisa digunakan untuk refleksi, ada kebun binatang kecil yang berisi monyet. Untuk masuk ke kolam renang atau jogging track atau warung tanaman obat, kita harus membayar tiket yang berbeda untuk masing-masing objek alias gak ada tiket terusan. Naufal sempet juga ngasih makan monyet yang ada walopun nyaris kena cakaran tangan si monyet. Alhamdulillah Naufal sempet menghindar, gak kebayang deh kalo tangan si monyet sempet kena Naufal, pasti lukanya lumayan dan gak bisa nikmatin pikniknya.


Objek yang paling asyik buat di cobain di Sondokoro, gak lain dan gak bukan yaitu arena outbound mini. Di arena Outbound mini ini tersedia jembatan goyang dan flying fox yang melintasi kolam renang kecil. Sebenarnya kolam in gak layak disebut kolam renang karma airnya berwarna hijau n banyak daun-daun yang jatuh, mungkin lebih pas kalo disebut kolam ikan kali ye… kami sempat nyobain jembatan goyang yang lumayan bikin tangan n kaki berkeringat. Anehnya walopun bunda sempet panas dingin saat lewat jembatan yang goyangnya kayak goyang inul, tapi Naufal anteng aja tuh, malahan sempet gak mau digendong. Berhubung jembatan ketiga n keempat semakin “mengerikan” goyangannya, bunda mutusin untuk turun setelah jembatan kedua n Cuma ayah+teteh ais yang ngelanjutin bergoyang ria di jembatan. Gak puas cuman nyoba jembatan goyang, ayah + teteh ais nekat mo nyobain flying fox walopun hari udah lumayan gelap. Bunda sempet dag dig dug nungguin ayah yang meluncur tandem ama teteh, bunda khawatir banget kalo ayah n teteh gak sukses “mendarat”. Alhamdulillah setelah nunggu lumayan lama, ayah n teteh bisa sukses meluncur. Hebatnya teteh ais yang umurnya baru 5 taon gak takut sama sekali walopun itu baru pengalam pertamanya main flying fox, yang ada dia malah ketawa-ketiwi pengin naek lagi.
Karna dapat giliran meluncur paling akhir, kami ditinggal bis rombongan yang meluncur ke solo, jadi terpaksa deh berpisah ama uthi n bapak.
Puas banget jalan-jalan kali ini, pengin banget bisa renang lagi di Pandawa Water Park n mampir ke Sondokoro. Semoga kalo ada kesempatan ke Sondokoro lagi, tempat wisata ini udah lebih bersih dan terawatt plus disediakan tempat makan yang enak.



Read more...

Menu Sehat Untuk Naufal

Sunday, June 29, 2008

Sejak kepindahan bunda ke Klaten, bunda dah janji ke Naufal untuk menyiapkan lauk n sayur sendiri. Walopun cuman bisa ketemuan seminggu sekali, tekad bunda udah bulat untuk masak sendiri buat Naufal setiap bunda pulang ke Semarang. Sebenernya sih bunda gak jago kalo masak, tapi demi untuk menyiapkan lauk yang bervariasi dan yang bergizi, bunda jadi rajin browsing di internet n hunting buku masakan di salah satu toko buku terbesar yang ada di semarang. Dan ternyata usaha bunda gak sia-sia, karna ada beberapa resep yang berhasil bunda temukan. N setelah diuji coba di dapur bunda ternyata hasilnya gak terlalu mengecewakan walopun masih jauh dari memuaskan he...he..he....

Yang jelas dengan memasak sendiri, kebersihan makanan n kandungan gizinya gak perlu diragukan lagi kan?
traala...ini dia hasil uji coba dapur bunda.. monggo silahkan dinikmati. Yang pasti resep ini mudah dipraktikkan, bahannya gampang dicari, bergizi n yang paling penting Naufal doyang banget masakan bunda. Asyiik…

Bunda paling sering bikin macaroni schotel (tulisannya bener gak ya?), selain karna Naufal doyan banget, cara bikinnya gu..ampang banget dan full gizi apalagi untuk Naufal yang berat badannya susah naek. Mau Coba, ini nih resepnya..

Bahan :

- Daging cincang

- Keju (sebagian dipotong dadu kecil, sebagian diparut)

- Macaroni rebus sampai lunak, tiriskan

- Susu

- Telur ayam kampung

- Bawang Bombay

- Mentega untuk menumis

- Merica bubuk dan garam halus secukupnya

Cara Membuat:

- Tumis Bawang Bombay dengan margarine sampai harum

- Kocok ayam kampong, tambahkan susu, macaroni, tumisan bawang Bombay, merica halus, garam n keju yang sudah dipotong dadu

- Aduk semua bahan sampai tercampur, dan terakhir taburkan keju yang sudah diparut

- Kukus selama kurang lebih 15 menit

Mudah banget khan? Untuk variasi terkadang bunda tambahkan telur puyuh, ikan atau macam-macam sayuran seperti wortel, brokoli dan bayam. Macaroni ini juga bisa dipakai sebagai pengganti nasi saat si kecil bosan makan nasi loh…


Read more...

Pandawa Water World (Jalan2 Part 1)

Tuesday, June 24, 2008



Rata Penuh Minggu lalu Naufal ikutan rombongan kantor uthi piknik ke solo. Naufal berangkat ke Solo hari Sabtu, soalx mau ke rumah simbah Karanganyar dulu n Minggunya ketemuan rombongan uthi di resto pringgading. Dari resto, rombongan langsung meluncur ke Pandawa Water World. Selama perjalanan ke water world, naufal ikut naek bis sama uthi, tante ninin, kakung n teteh ais. Kayaknya Naufal demen banget tuh naek bis, karna banyak temennya kali ye… kita berpisah bentar ya nak…



Sampai di Pendawa Water World, ternyata banyak banget rombongan yang udah antri di depan loket tiket. Pas giliran masuk, ternyata Naufal harus bayar karcis penuh. Alamak anak sekecil Naufal kok disamakan ama orang tua sih. Tapi yo wis mau gimana lagi, akhirnya kudu ngeluarin 100rb buat beli tiket tambahan.
Oia Pandawa Water World ini termasuk wahana air terbesar di Solo, letaknya di kawasan Solo Baru, sebuah kawasan perumahan elit di daerah Solo. Untuk masuk ke PWW, kita harus beli tiket dulu seharga 100rb untuk hari Sabtu, Minggu n Hari Libur. Untuk hari biasa harga tiket lebih murah. Tapi jangan kaget, harga tiket untuk anak-anak gak pakai batasan umur, tapi pakai batasan tinggi badan. Asal tinggi badan udah sampai batas yang ditentukan, berarti harus bayar penuh. Trus di PWW, setiap pengunjung yang masuk gak boleh bawa makanan apapun termasuk air mineral, kecuali makanan bayi. Jadi kalo ke PWW gak usah bawa makanan banyak-banyak deh, soalnya pasti di suruh nitipin.

Sesuai namanya, Pendawa Waterworld kental banget dengan nuansa Jawa, semua wahana-nya diberi nama tokoh wayang, kayak Nakula, Arjuna de el el. Begitu masuk, kita langsung di sambut 2 patung besar co-ce yang sedang bersimpuh. Trus di sisi sebelah kiri terdapat banyak kursi malas buat istirahat , n seluncuran dengan 2 level ketinggian. Selain Seluncuran, ada kolam ombak yang paling jadi favorit. Trus ada juga kolam arus, yang bisa bawa kita putar2 wahana dengan naik ban ngikutin arus. Buat yang suka tantangan, bisa nyoba black hole, kolam seluncuran yang terbuat dari pipa tertutup warna hitam. Pasti gelap banget yach.. hi….. Buat anak-anak, ada kolam khusus lengkap dengan seluncuran yang lumayan pendek.Puas renang, biasanya lapar donk… jangan khawatir, karna di PWW ada food court yang lumayan lengkap.

Naufal sempet juga loh nyobain seluncuran yang lumayan tinggi n berbelok-belok. Bunda sebenernya sempet kuatir juga pas Naufal diajakin meluncur, tapi ternyata Naufalnya malah menikmati tuh.. Selain nyobain seluncuran, Naufal juga betah banget berendem di kolam ombak, karma serasa di pantai kali ye… Setelah berenang sampai menggigil selama kurang lebih 2 jam, n nyobain menu di food court, qta mo ngelanjutin perjalanan ke Obyek Wisata Sondokoro. Insya Allah ntar juga akan ada ceritanya deh.. Ditunggu ya

Read more...

About This Blog

Lorem Ipsum

  © Free Blogger Templates Columnus by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP